Manusia Setengah Salmon & Sepotong Hati di Selembar Kertas Gambar


D
i suatu hari tepatnya sore hari, gue di suruh nyokap buat ngeberesin kamar. “Gies, cepetan beresin kamar kamu cepet..!!! mungkin dia berpikir kamar gue udah mirip lapangan bola yang kalau tim kesayangannya kalah, lalu di lemparin botol-botol minuman ama suporternya,yang kesimpulannya sangat berantakan. Maklum,karena nyokap salah satu pecinta bola yang lumayan fanatic dan bisa lupa kalo dia lagi masak dan udah gosong kalo sedang menonton bola.
Akhirnya gue terpaksa bersih-bersih dan sewaktu gue mulai ngebersihin sebuah lemari, gue menemukan sebuah kertas gambar yang membuat gue mengingat kembali ke masa satu tahun kebelakang disaat gue suka pada seorang cewe dan menjadi “Her secret Admirer”.
Sekitar setahun yang lalu tepatnya di bulan februari untuk pertama kalinya gue melihatnya, Hal pertama yang gue inget sewaktu itu, kenapa gue masih hidup tapi bisa liat bidadari???.Kenapa bidadari ga punya sayap? Kenapa bidadari pake seragam sekolah??..Kenapa gue ngelantur ga jelas..??##!
Kenapa…kenapa….kenapa….!!!??
Ada istilah Cinta bisa membuat kita gila, dan itu memang terjadi sama gue, suka sama seorang cewe itu emang seperti manggil jelangkung, ga pernah di jemput dan juga ga ada yang nganterin. Dan hari itu gue langsung suka sama dia tanpa ada yang nganterin,panggil saja namanya Nera, dia adalah seorang siswi di sekolah swasta di sebuah daerah, dia seorang yang ceria dan selalu memberikan senyum pada siapapun yang dia lihat. Sampai suatu hari gue melihat dia sedang duduk di halaman masjid sambil membaca sebuah novel, dan gue berinisiatif buat menggambar sosoknya disebuah kertas gambar yang tak pernah bisa gue berikan karena beberapa hal yang nggak mesti gue ceritain di buku ini.
Hidup memang aneh,..disaat kita bisa menyelesaikan masalah yang satu,pasti akan datang masalah yang lain. Begitupun dengan gue sekarang,di saat gue udah selesai dengan kegiatan bersih-bersih, datang masalah lain yang berhubungan dengan hati. Nggak mau terlalu larut sama bayang – bayang masalalu, gue mulai cari hiburan dengan menyalakan computer, menyetel musik-musik keras dan surfing di internet.
Entah kenapa gue tertarik buat nyari artikel tentang migrasi sekoloni ikan salmon dari lautan ke air tawar yang lebih dingin demi bisa bertelur dan melanjutkan keberadaan mereka di dunia ini melalui keturunannya. Mereka berjuang untuk pindah yang mungkin jaraknya berjuta-juta kilo meter jauhnya yang mungkin malah bisa membuat mereka mati karena selain harus melawan arus air, juga kemungkinan di mangsa oleh para pemangsa seperti halnya beruang atau pemangsa lain yang telah menunggunya di bagian dangkal sebuah sungai.
Membaca artikel tersebut gue jadi berpikir kalau seekor ikan salmon pun berani mengorbankan hidupnya hanya untuk berpindah demi kelanjutan hidupnya dan penerusnya kelak. Tetapi bagaimana dengan kita yang manusia yang kadang masih selalu terkekang dengan masa lalu kita dan tidak mau maju untuk terus melanjutkan hidup seperti hal nya yang gue rasain sekarang.
Pada hakekatnya hidup itu adalah pindah, Kalau pindah itu di identikan dengan kepergian, maka pindah pun sering di cirikan dengan kesedihan atau tangisan. Pernah suatu waktu di sebuah bandara gue nganter salah satu keluarga dari nyokap yang harus pindah ke Kalimantan sekeluarga karena harus pindah tugas kesana dengan jabatan yang lebih tinggi lagi dan kami semua berpelukan sembari menangis. Ataupun tetangga gue yang dalam satu minggu terus menangis dan tak sadarkan diri karena anaknya meninggal terserang demam berdarah dimana harus pindah dari alam dunia ini ke alam akhirat. Hidup memang tidak pasti tetapi pindah adalah kepastian, seperti halnya kita bergerak pindah dari satu tempat ke tempat lain, bahkan darah pun pindah dari jantung ke otak dan di sebarkan ke seluruh tubuh kita, semuanya berpindah tidak terkecuali benda mati pun berpindah, debu jalanan yang berpindah ke halaman depan rumah karena hembusan angin, mobil yang bergerak berpindah dari satu tujuan ke tujuan lain. Dan tidak terlepas pula dengan hati, yang kadang berpindah dari satu hati ke hati yang lain, meskipun terkadang kita di paksa untuk pindah ataupun sebaliknya.
Dari situ gue berpikir kalo memang pindah itu adalah sebuah proses yang harus dilalui demi mendapatkan yang lebih baik, maka gue ga harus jadi manusia super tetapi cukup menjadi MANUSIA SETENGAH SALMON yaitu berani untuk pindah…seperti hal nya gue memindahkan SEPOTONG HATI DI SELEMBAR KERTAS GAMBAR ke dalam sebuah tempat paling pojok di dalam lemari dan mencoba untuk melanjutkan hidup. Juga mencari kebahagiaan-kebahagiaan kecil diantara semua perpindahan-perpindahan ini.

1 comments:

Anonim mengatakan...

Hmmmmmmmmmmmmm.......

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Comments